Translate Here

Search Here

Showing posts with label astro. Show all posts
Showing posts with label astro. Show all posts

Sunday, June 26, 2011

Black Holes: Gravity's Relentless Pull

Posted by Silahkan Buka On 10:48 PM




Black holes are places where ordinary gravity has become so extreme that it overwhelms all other forces in the Universe. Once inside, nothing can escape a black hole's gravity — not even light.

Yet we know that black holes exist. We know how they are born, where they occur, and why they exist in different sizes. We even know what would happen if you fell into one. Our discoveries have revealed one of the strangest objects in the Universe, and there's still much we don't know.

The nearest black hole is many lightyears away, so we don't have to worry about threats to the Earth. This is as close as you'll ever get to one. So come explore!

I took this from HubbleSite, enjoy!

Link: here

Wednesday, November 17, 2010

Teleskop Matahari Terbesar Buatan India

Posted by Silahkan Buka On 7:02 AM




Luar biasa kemajuan India dalam hal astronomi. Negara ini makin dekat mewujudkan impian untuk membangun teleskop Matahari terbesar di dunia.

Ladakh, di kaki Himalaya dipilih sebagai lokasi. Teleskop ini nantinya ditujukan untuk mempelajari struktur mikroskopik Matahari. Proyek teleskop atau The National Large Solar Telescope (NLST) diperkirakan menghabiskan dana sekitar US$31 juta.

"Teleskop matahari akan membantu mempelajari struktur mikroskopik Matahari dan melakukan pengamatan khusus soal hal-hal yang spekulatif tentang alam," kata direktur Indian Institute of Astrophysics (IIA), Siraj Hasan, seperti dimuat Space Daily, Jumat 3 September 2010.

Teleskop ini memang khusus digunakan untuk mempelajari Sang Surya. Teleskop jenis ini dilengkapi sistem optik cermin datar untuk melacak sinar Matahari dan mengarahkannya ke teleskop.

Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya. Tiga perempat dari massa matahari terdiri dari hidrogen dan sisanya helium. Kurang dari dua persennya terdiri dari unsur-unsur yang lebih berat, termasuk oksigen, karbon, neon dan besi.

Proyek unik ini melibatkan beberapa organisasi ilmiah seperti Indian Space Research Organization (ISRO), Aryabhatta Research Institute of Observational-Sciences, Tata Institute of Fundamental Research dan Inter-University Centre.

"Pertemuan diskusi pra-teknis akan diselenggarakan pada bulan Oktober," kata Hasan.

Meskipun teleskop dengan optik berdiameter 10 meter di Mauna Kea, Hawaii adalah yang terbesar, teleskop India akan menjadi terbesar di antara teleskop khusus Matahari.

Saat ini, teleskop Matahari terbesar di dunia adalah Teleskop McMath-Pierce Solar, dengan diameter 1,6 meter di Observatorium Nasional Kitt Peak di Arizona di Amerika Serikat.

"Semakin besar diameter dan makin besar permukaan yang tersedia untuk menyerap sinar matahari, makin banyak sinar Matahari yang dikumpulkan tiap detiknya. Ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dengan lebih jelas dan mendapatkan hasil yang akurat," kata Hasan.

Teleskop matahari bisa mempelajari partikel yang tersebar dalam jarak 50 km dari matahari.

Agar optimal, teleskop memerlukan lokasi dengan waktu terang Matahari yang panjang, juga lokasi memiliki tingkat visibilitas yang jelas.

source: VIVAnews.com

Monday, November 15, 2010

SKY-MAP.ORG

Posted by Silahkan Buka On 7:09 PM

Tujuan utama dari SKY-MAP untuk mengkonsolidasikan informasi astronomi, astrofisika dan lain tentang benda-benda ruang yang berbeda dan fakta astrofisika.

Beberapa kelebihan SKY-MAP.ORG diantaranya adalah:
  • Sistem ini dapat menampilkan sekitar 500 juta ruang benda dari langit bintang.
  • Informasi tentang setiap objek mungkin dilengkapi dan diedit.
  • Ada pencarian mudah obyek di tempat.
  • Para pengguna dapat meng-upload foto-foto dari distrik langit bintang dan mengintegrasikan objek di peta dengan objek di foto.
  • Versi pertama API diterapkan.
Kunjungi webnya! http://www.sky-map.org/

Hubblesite.org

Posted by Silahkan Buka On 6:58 PM

Nearly 400 years after Galileo first observed the heavens through a telescope, we continue to seek answers to age-old questions about the universe. And while the technology has evolved over the centuries, the inquiry remains essentially the same: What's out there, where did it come from, and what does it mean?

At the Space Telescope Science Institute (STScI), we're working hard to study and explain the once-unimaginable celestial phenomena now made visible using Hubble's cutting-edge technology. In the course of this exploration we will continue to share with you the grace and beauty of the universe, because the discoveries belong to all of us.

Probe deeper! Explore the following links to learn more about who we are and what we do.

If you are visiting the Baltimore/Washington area, make it a point to come to our monthly Hubble Public Talks and learn about Hubble's latest discoveries first-hand.

HubbleSite is produced by the Space Telescope Science Institute's Office of Public Outreach.

source: http://hubblesite.org

Saturday, November 13, 2010

Apa itu Planet ?

Posted by Silahkan Buka On 7:05 AM

source: langitselatan.com

Saat sistem ekstrasolar belum ditemukan, perbedaan antara planet dan bintang dapat didefinisikan dengan jelas. Contohnya antara Jupiter dan bintang terkecil (75 kali massa Jupiter) keduanya dapat langsung dibedakan.

Montase Tata Surya. Kredit : NASA

Tahun 1995, planet pertama di bintang lain ditemukan dan semenjak itu sudah ada 495 planet di bintang lain yang ditemukan dengan massa 0.006 – 21 Massa Jupiter. Awalnya diperkirakan obyek-obyek tersebut merupakan bintang yang kecil sebagai bagian dari sistem bintang ganda, namun karakternya yang berbeda menunjukkan kalau obyek tersebut bukanlah bintang.

Pada tahun 2003, sebuah obyek mirip Pluto ditemukan di Tata Surya sekaligus menjadi pbyek paling jauh di Tata Surya. Sedna, benda yang berada di sabuk kuiper ini kemudia membawa para ahli untuk kembali mempertanyakan definisi planet? dan apakah Pluto itu planet atau bukan. Di tahun 2005, penemuan Eris memicu kembali perdebatan tentang definisi planet di kalangan astronom, sekaligus mengubah sejarah pendefinisian planet di Tata Surya maupun di bintang-bintang lainnya.

Dalam menentukan definisi planet, ada 3 area yang ditinjau yakni : Karakteristik fisik atau ukuran, Orbit, dan asal usul pembentukan.

Planet
Apa itu planet? berdasarkan kamus, planet adalah obyek langit yang bersinar karena memantulkan cahaya dari bintang dan bergerak mengelilingi bintang. Bagi masyarakat awam, planet adalah anggota tata surya yang bergerak mengitari matahari.

Bagi para pengamat langit, planet merupakan obyek langit yang tidak berkelap kelip seperti bintang karena planet tidak dapat menghasilkan cahaya. Namun bagi para peneliti, definisi planet tidak semudah itu. Hasil pengamatan selama bertahun-tahun yang disertai berbagai teori memberikan berbagai definisi tentang planet. Sebagian kutipan definisi planet tersebut sebagai berikut :

Geoffry W Marcy:
Planet adalah obyek yang memiliki massa antara yang dipunyai Pluto dan ambang pembakaran deutrium dan yang terbentuk dalam orbit di sekeliling obyek yang dapat membangkitkan energi melalui reaksi nuklir.

G H A Cole:
planet adalah sebuah benda dingin

Gibor Basri:
planet adalah non fusor yang sferis yang lahir dalam orbit disekeliling suatu fusor.

Alan Stern & Hal Levinson:
planet adalah benda keplanetan yang terikat dalam orbit sekeliling sistem multi bintang dan bintang tunggal.

Mike Brown
planet adalah obyek dalam tata surya yang lebih masif dari total massa obyek lainnya dalam orbit yang berdekatan atau sama.

Planet sendiri berasal dari kata Yunani “wanderer” atau “pengelana” yang merupakan obyek langit dingin, dan tidak menghasilkan energi. Planet hanya dapat memantulkan cahaya bergantung pada besar albedonya. Sebagai benda dingin, planet tidak memiliki sumber energi panas yang signifikan didalamnya dan tidak dipengaruhi oleh temperatur. Bila pada katai coklat dan bintang proses termonuklir menyuplai energi panas internal, pada planet energi panas diperoleh dari luar dirinya misalnya dari bintang induk. Selain itu kondisi interior planet, tidak cukup memadai untuk menyebabkan ionisasi atom-atom pembentuknya.

Problema Ukuran Sebuah Planet
Keberadaan Pluto sebagai planet semakin hari semakin terancam, bahkan seharusnya sejak awal Pluto tidak ditempatkan sebagai planet. Ukuran Pluto yang kecil bahkan kurang dari setengah kali ukuran planet lainnya, dengan orbit yang berbeda dari planet lainnya menyebabkan sebagian astronom menempatkannya sebagai bagian dari Sabuk Kuipert. Sabuk Kuipert diketahui keberadaannya pada tahun 1982 dengan anggota batu-batuan yang beku.

Menurut Michael A’Hearn, astronom dari University of Maryland dan mantan presiden divisi IAU’s Planetary Systems Sciences, “seandainya saja saat Pluto ditemukan (thn 1930), kita telah mengetahui adanya sabuk Kuipert, maka ia akan menjadi obyek raksasa Sabuk Kuipert”.

Pada awal tahun 1999, terjadi perdebatan di kalangan IAU saat Pluto diberikan dua status sebagai planet dan sebagai obyek trans-neptunian, mengacu pada lokasinya yang jauh. Namun status ini kemudian dibatalkan dan sampai saat ini kita masih mengenal Pluto sebagai salah satu planet dalam tata surya.

Dengan menggunakan perhitungan batas massa dari G.H.A. Cole berdasarkan komposisi pembentukannya, maka Pluto masih dapat dikategorikan sebagai planet. Demikian juga halnya dengan Varuna, Quouar, Ceres dan Sedna. Namun bagi mereka yang menganggap Pluto bukanlah planet, maka Sedna akan tetap dikenal sebagai planetoid.

Sistem Tata Surya berdasarkan klasifikasi baru. Kredit : IAU

Resolusi IAU 2006
Tahun 2005, Mike Brown dan timnya menemukan sebuah obyek yang lebih besar dari Pluto di area Sabuk Kuiper atau juga dikenal sebagai obyek trans-Neptunian. Keberadaan benda kecil yang awalnya dikenal sebagai 2003 UB313 menjadi pemicu perdebatan definisi planet. Pertanyaanya, dengan ukuran lebih besar dari Pluto, akankah 2003 UB313 atau yang sempat dinamai Xena ini akan menjadi planet ke-10?

Jika obyek yang kemudian resmi dinamai Eris ini menjadi planet ke-10, tentu akan ada sederetan benda-benda berukuran serupa di Sabuk Kuiper yang juga harus diperhitungkan sebagai planet. Maka, pada tahun 2006, dalam General Assembly IAU yang ke-26 di Praha, ditetapkanlah resolusi baru mengenai definisi planet :

  1. Memiliki orbit yang mengitari Matahari / bintang
  2. Memiliki massa yang besar agar gravitasinya cukup besar untuk mempertahankan bentuk bola
  3. Mampu membersihkan area sekeliling orbitnya dari benda-benda kecil.

Terkait syarat ke-3, menurut Hal Levison, ada dua cara planet membersihkan populasi benda kecil disekelilingnya :

  1. Planet bisa mengakresi benda-benda kecil tersebut
  2. Planet tersebut secara gravitasional melontarkan benda-benda kecil disekelilingnya keluar dari Tata Surya.

Resolusi IAU tersebut menghasilkan 3 kategori utama dalam Tata Surya :

  1. Planet : 8 obyek dari Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
  2. Planet Katai : Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, Eris dan obyek bundar lainnya yang belum menyapu bersih lingkungan disekitar orbitnya, dan bukan merupakan satelit
  3. Benda Kecil di Tata Surya : semua obyek lain yang mengorbit Matahari.

Pada tahun 2008, IAU menetapkan nama Plutoid bagi obyek planet kerdil yang berada di luar orbit Neptunus atau yang juga dikenal sebagai trans Neptunian object. Plutoid merupakan benda langit yang mengorbit Matahari pada jarak lebih besar dari jarak Neptunus. Mereka memiliki massa yang cukup agar gaya gravitasi dapat mempertahankan bentuk bola. Kriteria lainnya adalah area di sekeliling orbit plutoid masih belum bersih dari obyek-obyek lainnya.


Followers